Dikisahkan, suatu hari seorang gubernur mengutus kurir menghadap raja untuk suatu urusan kanegaraan. Istri gubernur menitipkan bingkisan berupa permata untuk permaisuri raja. Pulangnya, si kurir membawa bingkisan berupa kain sutera indah.
Melihat kiriman tersebut, gubernur langsung menyitanya dan menganggap sebagi milik negara. Istrinya tak terima. Namun dijawab sang suami, “kalau bukan istri gubernur, tak mungkin kau menerima hadiah ini. Kau telah menggunakan kesempatan ini untuk memperkaya diri. Kurir yang kukirim tempo hari hanya dalam rangka urusan negara,” jawab gubernur.
“Tapi ini hadiah balasan pribadi dari permaisuri.”
“Benar, tapi urusan kirim-mengirim ini telah menggunakan fasilitas negara,” jawab gubernur.
Perdebatan semakin panjang. Baik gubernur maupun istrinya bersikeras dengan argumen masing-masing. Akhirnya, urusan diserahkan pada hukum. Persidangan memutuskan, hadiah itu sah menjadi milik istri, bukan milik negara.
“Aku sudah menduga hadiah itu menjadi milikimu,” kata gubernur.
“Lalu mengapa kau bersikeras membawa hal ini ke pengadilan?” tanya istrinya.
“Jika tidak diselesaikan lewat hukum, aku khawatir perkara ini menjadi fitnah, aku harus memberi contoh pada rakyat.”
“Fitnah bagaimana?”
“Orang-orang akan berkata, ‘lihatq! istri gubernur menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi’.”
Mendengar penjelasan suaminya, wanita itu mengerti. Dengan sukarela, hadiah itu ia serahkan pada Negara.
Subhanallah …, suatu cerita yg begitu banyak mengantongi ibroh dan pelajaran sekaligus renungan bagi kita.
Andaisaja indonesia ini semua gubernur sepertinya, juga istri yg tidak menggunakan wewenang suaminya, hanya menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan negara, bukan untuk diri dan keluarga …
(apa kata dunia) ???! ^_^ peace ……
Mei 01, 2010 @ 22:38:31
untuk jaman sekarang sepertinya tinggal mimpi
Mei 02, 2010 @ 03:28:43
tapi masih tidak menutup kemungkinan agar mimpi tu jadi kenyataan …
thanks dah berkunjung…
Mei 02, 2010 @ 00:39:19
Hmmm…seandainya para pemimpin kita seperti ini. Salam kenal.
Mei 02, 2010 @ 03:29:57
lam kenal bali,….. sebelumna makaih ah berkunjung…
bukan seandaina tapi seharusnya…. jika qt memang ingin sejahtera yang sesungguhnya n bukan semua belaka… hehehe.e.^ ^
Mei 04, 2010 @ 03:38:51
Bukan gubernur aja… bahkan banyak juga pegawai2 negeri rendahan yg mulai2 juga untuk menggunakan fasilitas negara untuk hal2 pribadi, mulai dari facebookan menggunakan komputer kantor, menggunakan telepon/faks kantor untuk keperluan pribadi dsb… Dari hal2 kecil seperti itulah semuanya berasal…
Mei 04, 2010 @ 17:24:27
yup ., betul ..setuju..
sesuatu yg besar tu muncul hanya karena dimulai dari yg kecil.
Mei 04, 2010 @ 06:08:22
wah, susah sekali ya di Indonesia
semoga harapan ini bisa secepatnya terkabul
Mei 04, 2010 @ 17:22:52
amiiin.. ya Rabbal ‘Alamiin…
makasih dah berkunjung …
Mei 05, 2010 @ 13:06:33
Cerita yang bagus..
mudah2an akan banyak pejabat2 di INdonesia yg seperti itu..
salam kenal..
ceritnya kunjungan balik nieh
Mei 05, 2010 @ 20:21:42
okay… makasih ..
Jul 03, 2010 @ 02:28:29
sip..
sepakat jg dg Pak Yari NK.. hal dmikian kayaknya sudah membudaya..
monggo diberantas.. mulai dari diri sendiri..